Berani untuk Tertawa
Berani untuk Tertawa
Sebuah riset menarik yang mengatakan bahwa anak kecil/bayi tertawa
setiap harinya secara rata-rata sebanyak 300 kali. Tetapi sebaliknya
dengan orang dewasa - yang berumur 30, 40, 50 tahun - secara rata-rata
hanya tertawa 15 kali sehari. Jadi kita mengalami penurunan dari bayi
yang 300 kali hanya menjadi 15 kali sehari. Ada apa dengan kehidupan
kita ?
Kalau
kita renungkan ternyata ada perubahan menyolok yang berbeda sejak dari
masa kanak-kanak kita. Kreativitas - keberanian berpikir di luar
kotak/kebiasaan -, kemauan untuk bergembira, rasa ingin tahu yang besar
- selalu mempertanyakan apa saja di dalam hidup kita -, perlahan-lahan
mulai pudar dalam diri kita.
Kita telah kehilangan kemampuan
kita untuk hidup sehat karena kita kehilangan kemampuan tertawa. Dan
terlalu banyak melihat sisi kesedihan, kemurungan, ketidakpuasan dalam
hidup kita.
Ada hal menarik, kalau anda lihat ada 5 orang di
ujung sana, yang 4 orang tertawa dan 1 yang menangis, siapa yang akan
anda perhatikan ?
Ternyata orang yang menangislah yang akan anda
perhatikan. Maka kita seharusnya harus belajar melihat kalau ada
peristiwa seperti demikian, maka kita pilih memperhatikan yang tertawa
dan melupakan yang menangis.
Karena apa ? Karena kita ingin
hidup sehat. Sebuah riset menunjukkan orang yang sehat adalah orang
yang suka tertawa, suka tersenyum dan bergembira. Karena dengan
demikian kehidupannya akan menjadi lebih sehat dan panjang umur.
Maka
belajarlah membuat kita menjadi seperti kanak-kanak lagi. Supaya kita
berani untuk tertawa terpingkal-pingkal terhadap hal yang lucu ataupun
sedikit lucu saja. Dengan kanak-kanak kita berani untuk berpikir
kreatif - berpikir di luar kebiasaan orang. Dan karenanya kita siap
menghadapi apapun di dunia ini dengan tertawa, tersenyum dan optimis.
Bila demikian dijalankan niscaya hidup kita akan menjadi lebih baik di
dalam dunia ini.